Pernikahan Dini Beserta Resikonya Yang Harus Anda Ketahui

Pernikahan Dini Beserta Resikonya Yang Harus Anda Ketahui

Pernikahan Dini Beserta Resikonya Yang Harus Anda Ketahui

Pernikahan merupakan suatu hal yang sangat ditunggu-tunggu dan diidam-idamkan. siapa yang tidak ingin menikah, pasti semua orang menginginkan sebuah acara sacral satu kali seumur hidup ini, yakni pernikahan. Siapa yang tidak ingin hubungan yang telah dijalani menjadi sebuah hubungan yang sah dan halal.

Keputusan Untuk Melangsungkan Pernikahan Dini

Pastinya semua menginginkan hal tersebut bukan? menurut banyak orang menikah adalah sesuatu yang sangat menyenangkan. Tak sedikit pula yang memutuskan untuk menikah di usia muda  atau yang biasa disebut dengan pernikahan dini. Pernikahan dini merupakan pernikahan yang dilakukan oleh pasangan muda yang mana pasangan tersebut beusia di bawah tujuh belas tahun. Pernikahan din ibis terjadi dengan beberapa faktor yang menjadi penyebabnya, diantaranya adalah faktor pendidikan, faktor ekonomi, ataupun faktor sosial dan budaya. Seseorang yang tidak melanjutkan pendidikan bisa menjadi peluang yang sangat besar untuk melakukan pernikahan dini. Selain itu faktor ekonomi yang kurang bisa juga memicu pernikahan dini. Terlebih lagi jika keluarga di pihak perempuan. Tidak hanya itu, faktor sosial dan budaya juga turut serta mempengaruhi terjadinya pernikahan dini. Kondisi lingkungan sekitar yang mana masyarakatnya kebanyakan sudah menikah di usia-usia tersebut. Hal ini juga mendorong adanya budaya pernikahan dini di dalam masyarakat.

Keputusan Untuk Melangsungkan Pernikahan Dini

Setiap hal yang kita lakukan tentunya ada resiko yang harus kita ambil. Seperti halnya dengan pernikahan dini. Pernikahan dini merupakan salah satu hal yang menimbulkan resiko. Resiko tersebut diantaranya adalah masalah kesehatan. Terlebih lagi kesehatan di pihak perempuan. Perempuan yang menikah di usia kurang dari tujuh belas tahun, akan beresiko terkena kanker Rahim. Hal ini disebabkan karena kondisi Rahim perempuan yang berusia kurang dari tujuh belas tahun itu masih belum siap dan belum matang. Selain itu, pernikahan dini yang dilakukan pada pasangan yang berusia di bawah tujuh belas tahun yang mana kedua pasangan tersebut masih memiliki sifat labil dan belum memiliki kestabilan emosi. Hal ini bisa memicu terjadinya pertengkaran yang berujung konfilk atau bahkan bisa menjadi perceraian diantara keduanya. Selain itu, pernikahan dini juga turut mempengaruhi kondisi psikis dan sosial. Dengan usianya yang masih dini dan belum matang tersebut, masih rentan terhadap kondisi jiwa yang mengakibatkan depresi.

Kita tahu bahwa depresi merupakan kondisi yang berbahaya, terlebih lagi jika sudah memiliki anak, maka ini akan sangat berbahaya untuk si anak tersebut. Dalam kondisi sosial pun juga memiliki dampak yang negative. Kebanyakan pasangan yang menikah di usia dini selalu menarik diri dari kehidupan sosial dan pergaulannya. Padahal pada umumnya anak di bawah usia tujuh belas tahun masih dalam keadaan yang menyukai dunia hiburan dan bersenag-senang, bukan untuk mengurus rumah tangga apa lagi mengurus anak. Ini merupakan kondisi sosial yang sangat bertentangan dan bertolak belakang. Selain itu, resiko yang tidak kalah pentingnya adalah kondisi perekonomiam. Pada umumnya, pasangan yang melakukan pernikahan dini konsdisi perekonomiannya masih belum stabil dan bisa dikatakan minim. Hal ini disebabkan karena pasangan tersebut belum matang dan belum mapan dalam bekerja untuk menghasilkan penghasilan yang besar. Sehingga mengakibatkan masih tergolong susah untuk mencukupi kebutuhan rumah tangga yang sangat banyak.

Itulah beberapa penjelasan mengenai pernikahan dini beserta resikonya yang harus anda ketahui. Semoga dengan adanya penjelasan di atas, bisa dijadikan pertimbangan anda untuk anda yang ingin memutuskan untuk melakukan pernikahan dini.