tata cara pernikahan berdasarkan konsep islam

Tata Cara Pernikahan Berdasarkan Konsep Islam

Tata Cara Pernikahan Berdasarkan Konsep Islam

Tata Cara Pernikahan Berdasarkan Konsep Islam

Ingin mejalankan sunnah dengan menikah? Sebelum anda melakukannya anda harus pahami terlebih dahulu konsepnya berdasarkan islam. Apalagi hal yang berkaitan dengan acara resepsi. Ini merupakan sebuah acara yang tidak bisa dilepaskan dari prosesi pernikahan. Nah, kalau berdasarkan beberapa kesepakatan dari ulama. Menyelenggarakan prosesi resepsi itu merupakan sebuah sunnah muakkad.

Berdasarkan beberapa hadis yang ada. Bahwa setelah anda menikahi seorang wanita dengan memberikannya mahar. Maka untuk mendapatkan keberkahan dari Allah anda harus mengadakan walimah, hal yang lebih dikenal dengan acara resepsi. Akan tetapi, biasanya banyak timbul perdebatan yang terjadi ketika menyelenggarakan resepsi. Misalnya terkait dengan tamu yang boleh atau tidak berikhtilat atau adanya pelaminan.

Bagaimana jika resepsi itu diadakan dengan menggunakan music sebagai hiburan. Belum lagi masalah foto dengan tamu. Semua hal itu sebenarnya apakah diatur dalam syariat islam? Kalau anda mengacu pada sunnah yang dilakukan Rasulullah. Tentu saja tidak semewah itu. Di era rasulullah, beliau hanya menjalankan walimah dengan cara menyembelih kambing saja. Namun anda tidak usah bingung. Beberapa ulama mengatakan tidak ada masalah melakukannya. Asalkan lebih banyak manfaat yang bisa anda dapatkan. Ya, wajar saja sekarang semodern itu. Sebab dahulu belum ada berbagai hal seperti yang telah disebutkan tadi.

Agar anda lebih memahami tata cara berdasarkan konsep islam. Maka berikut ini adalah beberapa hal yang sebaiknya dihindari dalam acara resepsi pernikahan. Hal yang terkadang dikesampingkan dalam kenyataannya. Hal pertama ialah dengan menghindari ikhtilat. Maksudnya disini ialah menghindari percampuran antara laki-laki dan perempuan. Jadi anda harus bisa membagi tamu undangan untuk perempuan dan laki-laki. Kebiasaan yang sering terjadi, orang banyak menyandingkan dan tidak memberikan batasan untuk hal tersebut. Sehingga memberikan utapan langsung kepada kedua mempelai. Padahal sebainya dibedakan. Yang perempuan hanya memberikan selamat kepada mempelai perempuan saja. Demikian juga dengan yang laki laki.

Seperti itulah yang seharusnya dilakukan dalam acara walimah. Sedangkan kedua, masalah lagu atau nyanyian dan music di acara walimah. Tidak menjadi sebuah persolan sebenarnya. Karena tidak ada yang melarang untuk menggunakannya. Akan tetapi, kalau bisa yang dihadirka ialah musik dengan tujuan mendekatkan diri kepada allah. Misalnya dengan music islami menggunakan rebana hadroh atau sejenisnya. Jadi masalah music sebenarnya diperbolehkan dan tidak ada yang melarangnya. Selain itu, anda juga tidak boleh menyeleksi tamu undangan. Siapa saja yang kenal dan dekat dengan anda harus anda undang. Tidak boleh anda hanya melihat dari kemapuan secara financial. Jadi yang kaya yang diundang, sedangkan yang miskin tidak.

Tidak hanya itu, untuk masalah budget yang anda keluarkan sebisa mungkin tidak usah berlebihan. Di dalam islam sangat tidak menyukai hal yang berlebihan. Jadi ketika anda menyelenggarakan resepsi atau penikahan. Anda harus mengeluarkan dana yang secukupnya. Tidak perlu mewah dan megah, hal tersebut untuk mengindari yang namanya sikap mubazir. Untuk wanita yang ingin dinikahi. Anda harus memperhatikan penjelasan selanjutnya. Terkait dengan mahar, anda tidak diperbolehkan meminta mahar yang sulit. Carilah yang paling mudah untuk pasangan anda. Anda tidak boleh mempersulit laki-laki untuk masalah mahar yang diinginkan. Itu tadi merupakan beberapa hal yang sebaiknya anda perhatikan. Melakukan pernikahan berdasarkan tata cara islam menjadi salah satu yang tidak boleh diabaikan. Sebuah bentuk ketaatan diri kepada sang pemberi kehendak.

1 Comment

  1. Author

    Menurut saya proses pernikahan yang paling ribet itu memang pada umat beragam islam, dimana akan ada masanya proses foto bareng tiap tamu yang hadir ke acara itu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *